❁✿❁
🔰 Silsilah Fiqih Kurban 🔰
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🔘 *HIKMAH IBADAH KURBAN.*
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
✍ Berkata As-Syaikh Azhar Sunaiqrah _hafizhahullah_:
▪️ *Hikmah disyariatkannya kurban*:
"Dan disyariatkannya kurban padanya ada beberapa hikmah yang dalam; diantaranya:
❶). Untuk mengingatkan kembali betapa besarnya pengorbanan kekasih Allah, Ibrahim _'alaihis salam_, dalam memenuhi perintah Rabb-nya _Tabaraka wa ta'ala_; Allah Ta'ala berfirman:
*(وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ)* [سورة الصافات 107]
_"Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar."_ [Qs. As-Shaffat: 107]
Maka sembelihan inilah yang kemudian Allah jadikan sebagai syari'at bagi kekasih-Nya, Muhammad ﷺ.
❷). Sebagai bentuk kebahagiaan bagi umat pada hari ini; berdasarkan hadits dari Nubaisyah bin Abdillah _radhiallahu 'anhu_: telah bersabda Rasulullah ﷺ :
*«إِنَّمَا هِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ»* [السلسلة الصحيحة (١٧١٣)]
_"Sesungguhnya itu hanyalah hari makan dan minum serta dzikir karena Allah 'Azza wa Jalla." [As-Silsilah As-Shahihah no. (1713)].
❸). Turut serta bersama jamaah haji; sebagaimana bagi para jamaah haji ada penyembelihan hewan di dalam manasik mereka, maka sesungguhnya bagi penduduk negeri pun ada kurban bagi mereka.
❹). Menghasilkan ketakwaan; Allah 'Azza wa Jalla berfirman:
*(لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ)* [سورة الحج 37]
_"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."_ [Qs. Al-Hajj: 30].
❺). Mewujudkan keragaman dalam ibadah; dan kalau sekiranya semua ibadah dalam satu bentuk tentulah hal itu akan memberatkan manusia, dan ini termasuk dari kenikmatan yang Allah 'Azza wa Jalla berikan kepada umat ini.
➏). Menampakkan keindahan islam; yaitu dengan jalan berbuat baik dalam menyembelihnya berdasarkan sabda Nabi ﷺ akan hal itu:
*«إِنَّ اللّٰهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلىٰ كُلِّ شَيءٍ؛ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا القِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ، وَلْيُحَدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ».* [مسلم (١٩٥٥)]
_"Sesungguhnya Allah telah mewajibkan perbuatan baik pada segala sesuatu; maka apabila kamu membunuh maka berbuat baiklah dalam membunuh, dan apabila kalian menyembelih maka berbuat baiklah dalam menyembelih, dan hendaklah salahsatu dari kamu menajamkan senjatanya, dan menenangkan hewan sembelihannya."_ [HR. Muslim no. (1955)].
•┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•
📚 ```Al-Udhhiyyah Hikam wa Ahkam, halaman: 2-3.```
----------------------
Broadcast by :
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE
➥ #fiqih_qurban #hikmah_qurban
Sabtu, 03 September 2016
HUKUM BERKURBAN
❁✿❁
🔰 Silsilah Fiqih Kurban 🔰
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🔘 *HUKUM BERKURBAN.*
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
✍ Berkata As-Syaikh Azhar Sunaiqrah _hafizhahullah_:
《 *Jumhur ulama* berpendapat bahwa hukum berkurban adalah _sunnah muakkadah_; karena Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya dan menegaskannya dengan sabda beliau:
*«مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ؛ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا»* [صحيح الجامع (٦٤٩٠)]
_"Barangsiapa yang dia memiliki kelapangan (harta) dan tidak menyembelih; maka jangan sekali-kali dia mendekat tempat shalat kami."_ [Shahih Al-Jami' no. (6490)].
Sedangkan *Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad* dalam sebuah riwayat darinya menyatakan akan wajibnya, dan itu adalah pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam; maka beliau _rahimahullah_ mengatakan:
_"Dan adapun kurban maka yang tampak adalah wajibnya (perkara tersebut); karena hal itu termasuk dari sebesar-besar syiar Islam."_ [Majmu' Al-Fatawa (23/162)].
Dan dikarenakan Allah _'Azza wa Jalla_ menyebutkannya bergandengan dengan shalat di dalam firman-Nya:
*(فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ)* [سورة الكوثر 2]
_"Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu; dan berkorbanlah."_ [Qs. Al-Kautsar: 2]
Dan di dalam firman-Nya:
*(قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ)* [سورة اﻷنعام 162]
_"Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam."_ [Qs. Al-An'am: 162].
▪️*Dan pendapat yang menyatakan wajib lebih tampak kebenarannya dari pendapat yang menyatakan tidak wajib*, akan tetapi dengan syarat adanya kemampuan. [Lihat kitab "Syarh Al-Mumti', Ibnu 'Utsaimin (7/422)]. 》
•┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•
📚 ```Al-Udhhiyyah Hikam wa Ahkam, halaman: 3.```
----------------------
Broadcast by :
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE
➥ #fiqih_qurban #hukum_berkurban
🔰 Silsilah Fiqih Kurban 🔰
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🔘 *HUKUM BERKURBAN.*
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
✍ Berkata As-Syaikh Azhar Sunaiqrah _hafizhahullah_:
《 *Jumhur ulama* berpendapat bahwa hukum berkurban adalah _sunnah muakkadah_; karena Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya dan menegaskannya dengan sabda beliau:
*«مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ؛ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا»* [صحيح الجامع (٦٤٩٠)]
_"Barangsiapa yang dia memiliki kelapangan (harta) dan tidak menyembelih; maka jangan sekali-kali dia mendekat tempat shalat kami."_ [Shahih Al-Jami' no. (6490)].
Sedangkan *Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad* dalam sebuah riwayat darinya menyatakan akan wajibnya, dan itu adalah pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam; maka beliau _rahimahullah_ mengatakan:
_"Dan adapun kurban maka yang tampak adalah wajibnya (perkara tersebut); karena hal itu termasuk dari sebesar-besar syiar Islam."_ [Majmu' Al-Fatawa (23/162)].
Dan dikarenakan Allah _'Azza wa Jalla_ menyebutkannya bergandengan dengan shalat di dalam firman-Nya:
*(فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ)* [سورة الكوثر 2]
_"Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu; dan berkorbanlah."_ [Qs. Al-Kautsar: 2]
Dan di dalam firman-Nya:
*(قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ)* [سورة اﻷنعام 162]
_"Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam."_ [Qs. Al-An'am: 162].
▪️*Dan pendapat yang menyatakan wajib lebih tampak kebenarannya dari pendapat yang menyatakan tidak wajib*, akan tetapi dengan syarat adanya kemampuan. [Lihat kitab "Syarh Al-Mumti', Ibnu 'Utsaimin (7/422)]. 》
•┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•
📚 ```Al-Udhhiyyah Hikam wa Ahkam, halaman: 3.```
----------------------
Broadcast by :
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE
➥ #fiqih_qurban #hukum_berkurban
HATI YANG KAKU
❁✿❁
🔰 Renungan Pagi 🔰
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🔘 *HATI YANG KAKU.*
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
✍ Berkata Al-Hafizh Ibnul Jauzi _rahimahullah_:
《 Pembicaraanmu dicatat, ucapanmu dihisab, engkau punya dosa-dosa dan engkau tidak bertaubat, matahari kehidupan pun mulai terbenam, maka betapa kaku hatimu diantara hati-hati lainnya. 》
•┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•
📚 ```At-Tabshirah (2/256).```
——————————————
قال ابن الجوزي:
كلامك مكتوب وقولك محسوب ولك ذنوب وما تتوب وشمس الحياة قد أخذت في الغروب، فما أقسى قلبك من بين القلوب.
[التبصرة256/2].
----------------------
Broadcast by :
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE
➥ #renungan #hati #dosa
🔰 Renungan Pagi 🔰
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🔘 *HATI YANG KAKU.*
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
✍ Berkata Al-Hafizh Ibnul Jauzi _rahimahullah_:
《 Pembicaraanmu dicatat, ucapanmu dihisab, engkau punya dosa-dosa dan engkau tidak bertaubat, matahari kehidupan pun mulai terbenam, maka betapa kaku hatimu diantara hati-hati lainnya. 》
•┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•
📚 ```At-Tabshirah (2/256).```
——————————————
قال ابن الجوزي:
كلامك مكتوب وقولك محسوب ولك ذنوب وما تتوب وشمس الحياة قد أخذت في الغروب، فما أقسى قلبك من بين القلوب.
[التبصرة256/2].
----------------------
Broadcast by :
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE
➥ #renungan #hati #dosa
Kamis, 18 Agustus 2016
MENYIKAPI ORANG YANG ZHALIM YANG TELAH MENINGGAL
MENYIKAPI ORANG YANG ZHALIM YANG TELAH MENINGGAL
Ketika mendengar salah seorang yang duduk bersamanya mencela al-Hajjaj bin Yusuf setelah dia meninggal, al-Hasan al-Bashry rahimahullah marah dan mengatakan kepadanya:
يا ابن أخي، فقد مضى الحجاج إلى ربه، وإنك حين تقدم على الله ستجد إن أحقر ذنبٍ ارتكبته في الدنيا أشد على نفسك من أعظم ذنبٍ اجترحه الحجاج، ولكل منكما يومئذٍ شأن يغنيه.
واعلم يا ابن أخي، أن الله عز وجل سوف يقتص من الحجاج لمن ظلمهم، كما سيقتص للحجاج ممن ظلموه، فلا تشغلن نفسك بعد اليوم بسب أحد.
“Wahai anak saudaraku, al-Hajjaj telah pergi kepada Rabbnya, dan sesungguhnya engkau ketika menghadap Allah nanti engkau akan menjumpai bahwa dosa yang paling rendah yang engkau lakukan di dunia ini akan lebih membahayakan dirimu dibandingkan dosa terbesar yang dilakukan oleh al-Hajjaj, dan masing-masing dari kalian berdua pada hari itu akan sibuk mengurusi dirinya sendiri.
Dan ketahuilah wahai anak saudaraku, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla akan mengqishash al-Hajjaj untuk orang-orang yang dia zhalimi, sebagaimana Allah juga akan mengqishash orang-orang yang menzhalimi al-Hajjaj untuknya. Maka jangan sekali-kali engkau menyibukkan dirimu setelah hari ini dengan mencela orang lain.”
📚 Hilyatul Auliya’, jilid 2 hlm. 271
🌍 Saluran Telegram “Rudud Manhajiyyah”
Ketika mendengar salah seorang yang duduk bersamanya mencela al-Hajjaj bin Yusuf setelah dia meninggal, al-Hasan al-Bashry rahimahullah marah dan mengatakan kepadanya:
يا ابن أخي، فقد مضى الحجاج إلى ربه، وإنك حين تقدم على الله ستجد إن أحقر ذنبٍ ارتكبته في الدنيا أشد على نفسك من أعظم ذنبٍ اجترحه الحجاج، ولكل منكما يومئذٍ شأن يغنيه.
واعلم يا ابن أخي، أن الله عز وجل سوف يقتص من الحجاج لمن ظلمهم، كما سيقتص للحجاج ممن ظلموه، فلا تشغلن نفسك بعد اليوم بسب أحد.
“Wahai anak saudaraku, al-Hajjaj telah pergi kepada Rabbnya, dan sesungguhnya engkau ketika menghadap Allah nanti engkau akan menjumpai bahwa dosa yang paling rendah yang engkau lakukan di dunia ini akan lebih membahayakan dirimu dibandingkan dosa terbesar yang dilakukan oleh al-Hajjaj, dan masing-masing dari kalian berdua pada hari itu akan sibuk mengurusi dirinya sendiri.
Dan ketahuilah wahai anak saudaraku, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla akan mengqishash al-Hajjaj untuk orang-orang yang dia zhalimi, sebagaimana Allah juga akan mengqishash orang-orang yang menzhalimi al-Hajjaj untuknya. Maka jangan sekali-kali engkau menyibukkan dirimu setelah hari ini dengan mencela orang lain.”
📚 Hilyatul Auliya’, jilid 2 hlm. 271
🌍 Saluran Telegram “Rudud Manhajiyyah”
Senin, 13 Juni 2016
GHIBAH, NAMIMAH (Mengadu Domba), MENCELA, DAN PERBUATAN MAKSIAT LAINNYA AKAN MERUSAK PUASA DAN MENGURANGI PUASA
*💥✊🔥⛔ GHIBAH, NAMIMAH (Mengadu Domba), MENCELA, DAN PERBUATAN MAKSIAT LAINNYA AKAN MERUSAK PUASA DAN MENGURANGI PUASA.*
📑 Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah
*📫 Pertanyaan:* Apakah meng-ghibah manusia akan membatalkan puasa?
*🔓 Jawaban:* Perbuatan ghibah tidaklah membatalkan puasa. Tetapi ghibah yaitu menyebutkan seseorang dengan apa yang tidak disukainya adalah perbuatan maksiat. Berdasarkan firman Allah ‘Azza wa Jalla:
“Dan janganlah sebagian kalian melakukan ghibah terhadap sebagian yang lainnya.” [1]
✊ Demikian juga namimah, mencela, mengejek, maupun berdusta, semua itu tidaklah membatalkan puasa maupun yang lainnya. Hanya saja perbuatan tersebut akan mencacati amalan puasa dan mengurangi pahalanya. Hal berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi was salam:
“Siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta, perbuatan dusta, dan sikap bodoh, maka sungguh Allah tidak butuh terhadap sikapnya yang meninggalkan makan dan minumnya. [2]
📁 Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari di dalam “Shahih” nya
*📢 Juga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi was salam:*
“Puasa itu perisai, Maka jika pada hari puasa salah seorang di antara kalian, janganlah dia berbuat rafats (berkata kotor/jorok) maupun yashkhab (mencela/melaknat). Dan bila seseorang mencela atau memeranginya, maka katakanlah “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” [3]
📃 Dan hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak jumlahnya.
📚 Sumber || http://www.binbaz.org.sa/fatawa/546
Catatan Kaki:
1. Surat al-Hujurat: 12
2. HR al-Bukhari di “ash-Shaum” bab man lam yada’ qaulaz zuur no. 1903
3. HR al-Bukhari di “ash-Shaum” bab hal yaquluvinni shaaim idza syi’tum no. 1904
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
📑 Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah
*📫 Pertanyaan:* Apakah meng-ghibah manusia akan membatalkan puasa?
*🔓 Jawaban:* Perbuatan ghibah tidaklah membatalkan puasa. Tetapi ghibah yaitu menyebutkan seseorang dengan apa yang tidak disukainya adalah perbuatan maksiat. Berdasarkan firman Allah ‘Azza wa Jalla:
“Dan janganlah sebagian kalian melakukan ghibah terhadap sebagian yang lainnya.” [1]
✊ Demikian juga namimah, mencela, mengejek, maupun berdusta, semua itu tidaklah membatalkan puasa maupun yang lainnya. Hanya saja perbuatan tersebut akan mencacati amalan puasa dan mengurangi pahalanya. Hal berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi was salam:
“Siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta, perbuatan dusta, dan sikap bodoh, maka sungguh Allah tidak butuh terhadap sikapnya yang meninggalkan makan dan minumnya. [2]
📁 Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari di dalam “Shahih” nya
*📢 Juga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi was salam:*
“Puasa itu perisai, Maka jika pada hari puasa salah seorang di antara kalian, janganlah dia berbuat rafats (berkata kotor/jorok) maupun yashkhab (mencela/melaknat). Dan bila seseorang mencela atau memeranginya, maka katakanlah “Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” [3]
📃 Dan hadits-hadits yang semakna dengan ini banyak jumlahnya.
📚 Sumber || http://www.binbaz.org.sa/fatawa/546
Catatan Kaki:
1. Surat al-Hujurat: 12
2. HR al-Bukhari di “ash-Shaum” bab man lam yada’ qaulaz zuur no. 1903
3. HR al-Bukhari di “ash-Shaum” bab hal yaquluvinni shaaim idza syi’tum no. 1904
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Sabtu, 11 Juni 2016
RAMADHAN BAGAIKAN YUSUF DIANTARA SAUDARANYA
❁✿❁
🔰 Renungan Pagi 🔰
━━━━━━━━━━━━━━
🔘 *RAMADHAN BAGAIKAN YUSUF DIANTARA SAUDARANYA.*
━━━━━━━━━━━━━━
🎓 Berkata Al-Hafizh Ibnul Jauzi _rahimahullah_:
《 Bulan (dalam setahun) ada dua belas seperti anak-anak Nabi Ya'qub _'alaihis salam_, dan bulan Ramadhan laksana Yusuf diantara saudara-saudaranya.
▪️ Sebagaimana sejatinya Yusuf adalah anak kesayangan Nabi Ya'qub maka demikian halnya dengan Ramadhan adalah bulan yang paling dikasihi oleh (Allah) Yang Maha Mengetahui Perkara yang ghaib.
▪️ Datang saudara-saudara Yusuf bersandar kepadanya untuk menutupi kekurangan dan menghilangkan kerusakan; setelah sebelumnya mereka menjadi orang-orang yang berbuat kesalahan dan penyimpangan maka Yusuf pun menempatkan mereka dengan baik dan memperbaiki keadaan mereka serta memberikan mereka makan dari kelaparan dan juga mengizinkan mereka untuk datang kembali,
_*❝ sehingga yang satu dapat menutup celah yang dua belas maka demikian halnya dengan bulan Ramadhan ❞*_
▪️ kita berharap Ramadhan dapat menutupi apa yang terluputkan oleh kita padanya di bulan-bulan yang lain dan kita dapat memperbaiki padanya hal-hal yang rusak sehingga ditutupkan bagi kita dengan kebahagiaan dan kegembiraan.
▪️ Dan isyarat lainnya; kembalinya penglihatan Ya'qub tatkala mendapatkan aroma Yusuf dan jadilah setelah kelemahan menjadi kuat, setelah buta menjadi dapat melihat dan demikian halnya dengan pelaku maksiat apabila dia mencium aroma Ramadhan. 》
•┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•
📚 Bustan Al-Wa'izhin wa Riyadh As-Sami'in, Ibnul Jauzi hal: (231)
——————————————————
📝قال ابن الجوزي رحمه الله ...
الشهور الاثني عشر كمثل أولاد يعقوب عليه السلام
وشهر رمضان بين الشهور كيوسف بين إخوته
فكما أن يوسف أحب الأولاد إلى يعقوب
كذلك رمضان أحب الشهور إلى علام الغيوب
جاء إخوة يوسف معتمدين عليه في سد الخلل وإزاحة العِلل
بعد أن كانوا أصحاب خطايا و زَلَل
فأحسن لهم الإنزال وأصلح لهم الأحوال
وأطعمهم في الجوع وأذن لهم في الرجوع
فسَدّ الواحد خَلل أحد عشر
كذلك شهر رمضان نرجو أن نتلافى فيه ما فرطنا في سائر الشهور
ونصلح فيه فاسد الأمور فيُختم لنا بالفرح والسرور
وإشارة أخرى
ارتد يعقوب لما وجد ريح يوسف بصيرا وصار بعد الضعف قويا وبعد العمى بَصِيرا
وكذلك العاصي إذا شم روائح رمضان
📝بستان الواعظين ورياض السامعين لابن الجوزي باختصار وتصرف (٢٣١)
---------------------
Broadcast by
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://bit.ly/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE
➥ #renungan #ramadhan #yusuf #yaqub
🔰 Renungan Pagi 🔰
━━━━━━━━━━━━━━
🔘 *RAMADHAN BAGAIKAN YUSUF DIANTARA SAUDARANYA.*
━━━━━━━━━━━━━━
🎓 Berkata Al-Hafizh Ibnul Jauzi _rahimahullah_:
《 Bulan (dalam setahun) ada dua belas seperti anak-anak Nabi Ya'qub _'alaihis salam_, dan bulan Ramadhan laksana Yusuf diantara saudara-saudaranya.
▪️ Sebagaimana sejatinya Yusuf adalah anak kesayangan Nabi Ya'qub maka demikian halnya dengan Ramadhan adalah bulan yang paling dikasihi oleh (Allah) Yang Maha Mengetahui Perkara yang ghaib.
▪️ Datang saudara-saudara Yusuf bersandar kepadanya untuk menutupi kekurangan dan menghilangkan kerusakan; setelah sebelumnya mereka menjadi orang-orang yang berbuat kesalahan dan penyimpangan maka Yusuf pun menempatkan mereka dengan baik dan memperbaiki keadaan mereka serta memberikan mereka makan dari kelaparan dan juga mengizinkan mereka untuk datang kembali,
_*❝ sehingga yang satu dapat menutup celah yang dua belas maka demikian halnya dengan bulan Ramadhan ❞*_
▪️ kita berharap Ramadhan dapat menutupi apa yang terluputkan oleh kita padanya di bulan-bulan yang lain dan kita dapat memperbaiki padanya hal-hal yang rusak sehingga ditutupkan bagi kita dengan kebahagiaan dan kegembiraan.
▪️ Dan isyarat lainnya; kembalinya penglihatan Ya'qub tatkala mendapatkan aroma Yusuf dan jadilah setelah kelemahan menjadi kuat, setelah buta menjadi dapat melihat dan demikian halnya dengan pelaku maksiat apabila dia mencium aroma Ramadhan. 》
•┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•
📚 Bustan Al-Wa'izhin wa Riyadh As-Sami'in, Ibnul Jauzi hal: (231)
——————————————————
📝قال ابن الجوزي رحمه الله ...
الشهور الاثني عشر كمثل أولاد يعقوب عليه السلام
وشهر رمضان بين الشهور كيوسف بين إخوته
فكما أن يوسف أحب الأولاد إلى يعقوب
كذلك رمضان أحب الشهور إلى علام الغيوب
جاء إخوة يوسف معتمدين عليه في سد الخلل وإزاحة العِلل
بعد أن كانوا أصحاب خطايا و زَلَل
فأحسن لهم الإنزال وأصلح لهم الأحوال
وأطعمهم في الجوع وأذن لهم في الرجوع
فسَدّ الواحد خَلل أحد عشر
كذلك شهر رمضان نرجو أن نتلافى فيه ما فرطنا في سائر الشهور
ونصلح فيه فاسد الأمور فيُختم لنا بالفرح والسرور
وإشارة أخرى
ارتد يعقوب لما وجد ريح يوسف بصيرا وصار بعد الضعف قويا وبعد العمى بَصِيرا
وكذلك العاصي إذا شم روائح رمضان
📝بستان الواعظين ورياض السامعين لابن الجوزي باختصار وتصرف (٢٣١)
---------------------
Broadcast by
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://bit.ly/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE
➥ #renungan #ramadhan #yusuf #yaqub
Senin, 06 Juni 2016
KHAWATIRKANLAH DIRIMU JIKA MENUNTUT/MENGAMBIL ILMU DARI ORANG YANG TIDAK JELAS MANHAJNYA
KHAWATIRKANLAH DIRIMU JIKA MENUNTUT/MENGAMBIL ILMU DARI ORANG YANG TIDAK JELAS MANHAJNYA*
Pertanyaan:
Apakah seseorang harus menolak setiap ucapan atau tulisan yg berasal bukan dari kelompoknya
Meskipun ucapan atau tulisan itu bersumber dari ulama dan kitab yg sama yg dijadikan referensi oleh ustadz-ustadznya, bukankah sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan manusia.
Jawaban :
Bismillah , sebuah tulisan atau karya tulis adalah hasil dari keyakinan dan aqidah si penulis sehingga dari manapun sumbernya bahkan walaupun dari Al-Qur’an dan As-sunnah, MAKA AKAN DIBAWA KEPADA ARAH PEMIKIRANNYA.
Ana ingat sebuah ucapan Salaf bahwa :
Al-qur’an itu akan jadi (-pemahaman) MU’TAZILAH jika yang membaca/mengajarinya adalah dari kaum MU’TAZILAH.
Akan menjadi KHAWARIJ jika yang membawa/mengajarkannya adalah kelompok KHAWARIJ.
dst….
Apalagi sekedar karya tulis seseorang yang SELAIN WAHYU , AKAN MUDAH DIGIRING SESUAI PEMIKIRAN PENULIS/PENGAJAR tersebut.
Banyak sekali kelompok kelompok sempalan dalam Islam.
Maka dari itu janganlah kita merasa aman dari mereka akan SYUBHAT-SYUBHATNYA ,
Namun jika kita memiliki ilmu atau seorang ‘alim , Boleh dalam rangka untuk meneliti dan mencocokkan.
Adapun kita yang bukan alim maka MARILAH KITA MENGKHAWATIRKAN DIRI KITA SENDIRI.
Cukuplah bagi kita apa yg dituliskan oleh PARA ULAMA YANG TERPERCAYA AKAN ILMU DAN AQIDAHNYA.
Adapun kelompok-kelompok sempalan yang ada , KITA JANGAN MERASA AMAN DARINYA
Memang ada qoidah mengambil ilmu berbeda dengan mencari ilmu tapi bagaimanapun kita tidak akan bisa memilih dan memilah mana yg baik dan buruk jika tidak ada yg mengarahkan ,
Hal inipun sebagaimana Abu Hurairah yang mendapat kabar dari syaithon , dan tidak beliau terima begitu saja.
Namun, disampaikan kepada Rasul dan saat beliau membenarkan maka beliau baru menerimanya dan itu hakikatnya adalah menerima dari Rosul bukan dari kabar Syaithon .
Menolak tulisan-tulisan kelompok-kelompok yang tidak jelas manhajnya BUKAN TERMASUK KESOMBONGAN.
BAHKAN TERMASUK KEHATI-HATIAN UNTUK MENJAGA KEBENARAN (keteguhan -pent.) AGAMA KITA.
Wal ilmu indalloh .
Al-Ustadz Abul Hasan Al-Wonogiry
*Kumpulan Fatwa Ulama*
Turut mempublikasikan
*_Majmu’ah Ahlussunnah Salafy Baturaja_*
Website : http://salafybaturaja.salafymedia.com
Join Telegram http://tlgrm.me/salafybaturaja
Pertanyaan:
Apakah seseorang harus menolak setiap ucapan atau tulisan yg berasal bukan dari kelompoknya
Meskipun ucapan atau tulisan itu bersumber dari ulama dan kitab yg sama yg dijadikan referensi oleh ustadz-ustadznya, bukankah sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan manusia.
Jawaban :
Bismillah , sebuah tulisan atau karya tulis adalah hasil dari keyakinan dan aqidah si penulis sehingga dari manapun sumbernya bahkan walaupun dari Al-Qur’an dan As-sunnah, MAKA AKAN DIBAWA KEPADA ARAH PEMIKIRANNYA.
Ana ingat sebuah ucapan Salaf bahwa :
Al-qur’an itu akan jadi (-pemahaman) MU’TAZILAH jika yang membaca/mengajarinya adalah dari kaum MU’TAZILAH.
Akan menjadi KHAWARIJ jika yang membawa/mengajarkannya adalah kelompok KHAWARIJ.
dst….
Apalagi sekedar karya tulis seseorang yang SELAIN WAHYU , AKAN MUDAH DIGIRING SESUAI PEMIKIRAN PENULIS/PENGAJAR tersebut.
Banyak sekali kelompok kelompok sempalan dalam Islam.
Maka dari itu janganlah kita merasa aman dari mereka akan SYUBHAT-SYUBHATNYA ,
Namun jika kita memiliki ilmu atau seorang ‘alim , Boleh dalam rangka untuk meneliti dan mencocokkan.
Adapun kita yang bukan alim maka MARILAH KITA MENGKHAWATIRKAN DIRI KITA SENDIRI.
Cukuplah bagi kita apa yg dituliskan oleh PARA ULAMA YANG TERPERCAYA AKAN ILMU DAN AQIDAHNYA.
Adapun kelompok-kelompok sempalan yang ada , KITA JANGAN MERASA AMAN DARINYA
Memang ada qoidah mengambil ilmu berbeda dengan mencari ilmu tapi bagaimanapun kita tidak akan bisa memilih dan memilah mana yg baik dan buruk jika tidak ada yg mengarahkan ,
Hal inipun sebagaimana Abu Hurairah yang mendapat kabar dari syaithon , dan tidak beliau terima begitu saja.
Namun, disampaikan kepada Rasul dan saat beliau membenarkan maka beliau baru menerimanya dan itu hakikatnya adalah menerima dari Rosul bukan dari kabar Syaithon .
Menolak tulisan-tulisan kelompok-kelompok yang tidak jelas manhajnya BUKAN TERMASUK KESOMBONGAN.
BAHKAN TERMASUK KEHATI-HATIAN UNTUK MENJAGA KEBENARAN (keteguhan -pent.) AGAMA KITA.
Wal ilmu indalloh .
Al-Ustadz Abul Hasan Al-Wonogiry
*Kumpulan Fatwa Ulama*
Turut mempublikasikan
*_Majmu’ah Ahlussunnah Salafy Baturaja_*
Website : http://salafybaturaja.salafymedia.com
Join Telegram http://tlgrm.me/salafybaturaja
Langganan:
Postingan (Atom)