Senin, 10 Oktober 2016

KEBID'AHAN DI HARI ASYURA' [2]

❁✿❁
🔰 Silsilah Fatawa Fiqih Puasa 🔰
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🔘 *KEBID'AHAN DI HARI ASYURA' [2].*
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
✍ Al-'Allamah Rabi' bin Hadi 'Umair Al-Madkhali _hafizhahullah_ :

📜 *Pertanyaan*:
● Apakah boleh memasak makanan tertentu di hari Asyura'?

📝 *Jawaban*:

« Apabila pada mereka ada sebuah keyakinan bahwasanya memasak pada hari Asyura' beras India, atau gandum fulani, atau manisan fulaniyah dan menganggapnya termasuk dari amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah 'Azza wa Jalla maka ini adalah *bid'ah* _barokallah fikum_. »

           •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

💻 *Sumber artikel*:
http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=45&id=347
——————————————
❒ سئل العَلّامَــة رَبِــيعْ بن هَادِي عُمــيْر الــمدخلي-حَـفظَهُ الله-:

 هل يجوز طبخ أكل معين في عاشوراء؟

  ❪✵❫ الجَــ↶ـــوَابُ:

" إذا كان عندهم عقيدة أنّه يُطبَخ في عاشوراء الأرز الهندي أو البرّ الفلاني أو الحلوى الفلانية ويعتبرها من القُرَب إلى الله عزّ وجلّ فهذه بدعة  بارك الله فيكم."

(🔗)- المصدر من هنـ↶ـا :
 http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=45&id=347
----------------------
Broadcast by :
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:5F0E3F06 |Channel:C001C7FFE

➥ #fatawa #puasa_sunnah #puasa_asyura #bidah

KEBID'AHAN DI HARI ASYURA' [1]

❁✿❁
🔰 Silsilah Fatawa Fiqih Puasa 🔰
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🔘 *KEBID'AHAN DI HARI ASYURA' [1].*
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
✍ Berkata Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah _rahimahullah_:

« Hadits-hadits tentang celak di hari Asyura', berhias, memberi hadiah, shalat pada hari Asyura', dan lain sebagainya dari keutamaan-keutamaan, tidak shahih darinya sedikitpun, tidak pula satu hadits pun, dan tidak shahih dari Nabi _shallallahu 'alaihi wa sallam_ tentang hal itu sama sekali, selain hadits tentang puasa padanya, dan selain itu maka batil.

Dan aku berikan contoh tentang hal itu ialah:

((ﻣﻦ ﻭﺳﻊ ﻋﻠﻰ ﻋﻴﺎﻟﻪ ﻳﻮﻡ ﻋﺎﺷﻮﺭاء ﻭﺳﻊ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺳﺎﺋﺮ ﺳﻨﺘﻪ))

_"Barangsiapa yang memperluas (pemberian nafkahnya) kepada keluarganya pada hari Asyura', maka Allah akan lapangkan baginya di tahun lainnya."_ [HR. Al-Baihaqi dari Ibnu Mas'ud. Pent]

▪️ Berkata Al-Imam Ahmad: _"tidaklah shahih hadits ini"_.

❌ Adapun hadits bercelak, memakai minyak rambut dan minyak wangi, maka termasuk dari hadits yang dibuat-buat oleh para pendusta, kemudian diterima oleh yang lainnya dan dijadikannya sebagai hari yang menyakitkan dan menyedihkan, dan dua kelompok mubtadi' yang keluar dari sunnah.

🔸 Sedangkan ahlussunnah mereka melakukan pada hari tersebut, apa yang telah diperintahkan Nabi _shallallahu 'alaihi wa sallam_ dari puasa, dan mereka menjauhkan diri dari apa yang diperintahkan syaitan dari kebid'ahan. »

           •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 ```Al-Manar Al-Munif Fi As-Shahih wa As-Dha'if, halaman (98).```
——————————————
(❌) من ​بـَدع عاشــوراء (❌)

❒ قال الإمام ابن قيم الجوزية -رحمه الله-:

" أحاديث الاكتحال يوم عاشوراء، والتزين والتوسعة والصلاة فيه، وغير ذلك من فضائل، لا يصح منها شيء ، ولا حديث واحد، ولا يثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم فيه شيء، غير أحاديث صيامه، وما عداها فباطل.
وأمثل ما فيها: من وسع على عياله يوم عاشوراء، وسع الله عليه سائر سنته؛ قال الإمام أحمد: لا يصح هذا الحديث.

وأما حديث الاكتحال والإدهان والتطيب، فمن وضع الكذابين، وقابلهم آخرون فاتخذوه يوم تألم وحزن، والطائفتان مبتدعتان خارجتان عن السنة.

وأهل السنة يفعلون فيه، ما أمر به النبي صلى الله عليه وسلم من الصوم، ويجتنبون ما أمر به الشيطان من البدع."

📗المنار المنيف في الصحيح والضعيف:(ص/89).
----------------------
Broadcast by :
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:5F0E3F06 |Channel:C001C7FFE

➥ #puasa_sunnah #puasa_asyura #bidah

HIKMAH DIJADIKAN AWAL TAHUN DENGAN BULAN MUHARRAM

❁✿❁
🔰 Renungan Pagi 🔰
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🔘 *❁✿❁
🔰 Renungan Pagi 🔰
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🔘 *HIKMAH DIJADIKAN AWAL TAHUN DENGAN BULAN MUHARRAM.*
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
✍ Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani _rahimahullah_:

« Hikmah dijadikan bulan Al-Muharram awal tahun ialah agar permulaan didapat dengan bulan haram dan diakhiri dengan bulan haram serta di pertengahan tahun dengan bulan haram yaitu bulan Rajab dan hanya saja di akhir tahun dua bulan haram beriringan ialah dengan tujuan agar menutup tahun dengan keutamaan karena amalan-amalan bergantung pada penutupnya. »

           •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 ```Fathul Bari (8/108).```
——————————————
قال الحافظ ابن حجر العسقلاني- رحمه الله تبارك و تعالى -:

الْحِكْمَةُ فِي جَعْلِ الْمُحَرَّمِ أَوَّلَ السَّنَةِ أَنْ يَحْصُلَ الِابْتِدَاءُ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَيُخْتَمَ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَتُتَوَسَّطَ السَّنَةُ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَهُوَ رَجَبٌ وَإِنَّمَا تَوَالَى شَهْرَانِ فِي الْآخِرِ لِإِرَادَةِ تَفْضِيلِ الْخِتَامِ وَالْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ .

📜【 فتح الباري (١٠٨/٨) 】
----------------------
Broadcast by :
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:5F0E3F06 |Channel:C001C7FFE

➥ #renungan #bulan_haram #almuharram.*
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
✍ Berkata Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani _rahimahullah_:

« Hikmah dijadikan bulan Al-Muharram awal tahun ialah agar permulaan didapat dengan bulan haram dan diakhiri dengan bulan haram serta di pertengahan tahun dengan bulan haram yaitu bulan Rajab dan hanya saja di akhir tahun dua bulan haram beriringan ialah dengan tujuan agar menutup tahun dengan keutamaan karena amalan-amalan bergantung pada penutupnya. »

           •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 ```Fathul Bari (8/108).```
——————————————
قال الحافظ ابن حجر العسقلاني- رحمه الله تبارك و تعالى -:

الْحِكْمَةُ فِي جَعْلِ الْمُحَرَّمِ أَوَّلَ السَّنَةِ أَنْ يَحْصُلَ الِابْتِدَاءُ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَيُخْتَمَ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَتُتَوَسَّطَ السَّنَةُ بِشَهْرٍ حَرَامٍ وَهُوَ رَجَبٌ وَإِنَّمَا تَوَالَى شَهْرَانِ فِي الْآخِرِ لِإِرَادَةِ تَفْضِيلِ الْخِتَامِ وَالْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ .

📜【 فتح الباري (١٠٨/٨) 】
----------------------
Broadcast by :
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:5F0E3F06 |Channel:C001C7FFE

➥ #renungan #bulan_haram #almuharram

Sabtu, 08 Oktober 2016

MENGINGAT KEMATIAN DAN KEGELAPAN KUBUR

⚡️MENGINGAT KEMATIAN DAN KEGELAPAN KUBUR

✅ Muslim bin Ibrahim berkata,

كَانَ هِشَامٌ الدَّسْتُوَائِيُّ لَا يُطْفِئُ السِّرَاجَ إِلَى الصُّبْحِ وَقَالَ: إِذَا رَأَيْتُ الظُّلْمَةَ ذَكَرْتُ ظُلْمَةَ الْقَبْرِ

"Adalah Hisyam Ad-Dustuwai tidak memadamkan lampunya (di malam hari) hingga waktu shubuh. Ia berkata, 'apabila melihat kegelapan aku teringat kegelapan kubur."

✅ Amr bin Haitsam berkata,

مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ ذِكْرًا لِلْمَوْتِ مِنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ

"Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih sering mengingat kematian dari Hisyam Ad-Dustuwai"

🔎 Hisyam Ad-Dustuwai adalah Abu Bakar Hisyam bin Sanbar Al-Bashri. Beliau seorang yang hafizh, hujjah, dan imam. Beliau meninggal tahun 154 H pada usia 78 tahun.

 💢 Banyak mengingat kematian merupakan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Dengannya seorang hamba akan menyadari bahwa hidupnya di dunia ini hanya sementara. Sedangkan kematian akan mendatanginya secara tiba-tiba.

✔️ ia menyadari, bila ajal telah datang maka dia akan diletakkan di liang kecil yang sempit lagi gelap. Tidak ada yang menemaninya selain amalannya.

▶️ Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Perbanyaklah mengingat pelumat segala kelezatan" yaitu kematian." (HR. Tirmidzi no.2307)

▶️ Dalam hadits yang lain beliau bersabda, "Dahulu aku melarang kalian menziarahi kuburan. Sungguh Muhammad telah diizinkan menziarahi kubur ibunya, maka berziarahlah kalian kepada kuburan, karena ia akan mengingatkan kepada akhirat." (HR. Tirmidzi no.1054)


🌏 Sumber:
🔗 Hilyatul Auliya
🔗 Siyar A'lam An-Nubala
🔗 Sunan Tirmidzi


📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Jumat, 07 Oktober 2016

PANDANGAN YANG BERAKHIR DENGAN KEPEDIHAN

Di Kufah ada seorang pemuda yang ahli ibadah yang senantiasa tinggal di Masjid Jami’ dan hampir-hampir tidak pernah meninggalkannya. Dia berwajah tampan dan bagus akhlaknya. Suatu hari ada seorang gadis cantik dan cerdas yang melihatnya sehingga gadis tersebut jatuh hati kepadanya. Cintanya itu berlangsung lama. Suatu hari gadis tersebut sengaja mencegat pemuda tersebut di jalan yang biasa dia lewati menuju rumahnya. Maka gadis tersebut berkata kepadanya, “Wahai pemuda, dengarkanlah beberapa kalimat dariku, setelah itu lakukanlah sesukamu!” Namun pemuda tersebut hanya berlalu dan tidak berbicara dengannya.
Kemudian setelah peristiwa itu gadis tersebut kembali menghadang pemuda tersebut di jalan ketika dia ingin pulang ke rumahnya. Gadis tersebut kembali mengatakan, “Wahai pemuda, dengarkanlah beberapa kalimat, aku ingin bicara denganmu!” Maka pemuda tersebut menundukkan kepalanya seraya berkata, “Ini tempat yang bisa menimbulkan prasangka buruk, dan saya tidak suka berada di tempat yang bisa menimbulkan prasangka buruk.”
Gadis tersebut menjawab, “Demi Allah, saya tidaklah berdiri di tempatku berdiri ini karena tidak mengetahui keadaanmu, tetapi saya berlindung kepada Allah dari menganggap para ahli ibadah sengaja melakukan hal seperti ini. Demi Allah, yang mendorong saya untuk menjumpaimu dalam perkara ini adalah karena diri saya sendiri, karena saya mengetahui bahwa yang sedikit dari ini menurut manusia adalah banyak. Dan kalian wahai orang-orang yang ahli ibadah ibarat kaca yang akan ternoda hanya dengan sebab kotoran yang sedikit saja. Inti dari yang ingin saya sampaikan kepadamu adalah bahwa seluruh anggota badanku disibukkan dengan dirimu, maka saya mohon dengan sangat agar engkau mau sekiranya memberikan perhatian terhadap urusanku dan urusanmu.”
Namun pemuda tersebut berlalu pulang ke rumahnya dan ingin mengerjakan shalat, tetapi dia tidak bisa konsentrasi untuk mengerjakan shalat. Lalu dia mengambil kertas dan menulis sebuah surat. Kemudian dia keluar rumah, ternyata gadis tersebut masih duduk di tempatnya semula. Maka dia pun melemparkan suratnya kepadanya dan pulang ke rumahnya lagi.
Surat tersebut berbunyi:
بسم الله الرحمن الرحيم
“Ketahuilah wahai sang gadis, sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala jika Dia didurhakai maka Dia tidak langsung mengadzab. Jika seorang hamba mengulangi kedurhakaannya maka Dia akan menutupinya. Maka jika hamba tersebut telah menjadikan kedurhakaan sebagai pakaian, Allah Azza wa Jalla akan murka dengan kemurkaan yang tidak sanggup dihadapi oleh langit, bumi, gunung, pohon dan hewan. Siapakah yang sanggup menghadapi kemurkaan-Nya? 
Jika yang engkau sebutkan tidak benar, maka saya ingatkan dirimu dengan hari yang ketika itu langit menjadi seperti timah yang meleleh dan gunung-gunung laksana kapas yang beterbangan, dan seluruh umat berlutut di hadapan Al-Jabbar Al-Azhim. Dan sungguh saya merasa tidak mampu untuk memperbaiki diriku sendiri, maka bagaimana mungkin saya akan memperbaiki orang lain. 
Namun jika yang engkau katakan memang benar-benar terjadi (jatuh cinta –pent), maka saya akan tunjukkan dirimu kepada dokter yang paling mampu mengobati luka yang menyakitkan dan penyakit yang parah. Dialah Allah Rabbul Alamin. Maka mohonlah kesembuhan kepada-Nya dengan sungguh-sungguh dan penuh kejujuran. 
Dan sungguh saya sendiri tidak sempat memikirkan dirimu, karena selalu teringat dengan firman Allah Azza wa Jalla: 
وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوْبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِيْنَ مَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ. يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِيْ الصُّدُوْرُ. 
“Dan berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat, yaitu ketika hati menyesak sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zhalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak pula mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya. Dia mengetahui pandangan mata yang berkhianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Ghafir: 18-19) 
Maka adakah tempat lari dari ayat ini?!” –selesai– 
Lalu beberapa hari setelah itu gadis tersebut datang lagi dan menunggu di jalan yang biasa dilewati oleh pemuda tadi. Ketika dia melihat gadis itu dari kejauhan, maka dia ingin kembali ke rumahnya agar dia tidak bertemu lagi dengannya, gadis tersebut memanggil, “Wahai pemuda, jangan pulang, karena tidak akan ada pertemuan lagi setelah ini selama-lamanya kecuali di hadapan allah Azza wa Jalla!”
Lalu gadis tersebut menangis tersedu-sedu. Kemudian dia berkata, “Saya memohon kepada Allah Azza wa Jalla yang di tangan-Nya kunci-kunci hatimu agar memudahkan urusanmu yang sulit.” Kemudian dia mengikuti pemuda itu lalu berkata, “Berilah saya nesehat yang akan saya bawa darimu dan berilah saya wasiat yang akan saya laksanakan!”
Maka pemuda tersebut berkata kepadanya, “Saya wasiatkan kepadamu agar menjaga keselamatan dirimu dari keburukan dirimu sendiri. Dan saya ingatkan engkau dengan firman Allah Azza wa Jalla:
وَهُوَ الَّذِيْ يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ.
“Dan Dialah yang menidurkan kalian di malam hari dan mengetahui apa yang kalian kerjakan di siang hari.” (QS. Al-An’am: 60)
Maka gadis tersebut menundukkan kepalanya dan menangis lebih dari tangisannya yang pertama. Kemudian dia pun menyadari kesalahannya lalu dia pun tinggal di rumahnya terus dan fokus beribadah. Jika dia teringat pemuda itu maka dia mengambil suratnya dan meletakkannya di depan kedua matanya. Maka ada yang bertanya kepadanya, “Apakah dengan hal ini bermanfaat bagimu?!” Dia menjawab, “Apakah ada obat bagiku selainnya?!”
Jika malam datang maka dia pun bangkit mengerjakan shalat di mihrabnya. Dia terus melakukan seperti itu hingga dia meninggal karena menahan sedih.
Maka pemuda tersebut mendengar kabar meninggalnya kemudian dia pun menangisinya. Lalu ada yang bertanya kepadanya, “Kenapa engkau menangis, bukankah engkau telah membuatnya putus asa?!” Dia pun menjawab,“Sesungguhnya saya telah menyembelih keinginganku terhadapnya pada kali pertama, dan saya telah menjadikan keputusanku untuk memutus hubungan dengannya sebagai simpanan bagiku di sisi Allah Azza wa Jalla (bukan karena saya tidak mencintainya –pent), dan sesungguhnya saya merasa malu terhadap Allah Azza wa Jalla untuk meminta kembali simpanan yang telah kusimpan di sisi-Nya.” 
(Dzammul Hawaa, karya Ibnul Jauzy, hal. 383-384)
Diterjemahkan oleh: Abu Almass bin Jaman Al-Ausathy
Kamis, 20 Rabi’uts Tsany 1435. Daarul Hadits – Ma’bar – Yaman

SENANTIASA MEMOHON KEPADA ALLAH KEKOKOHAN DI ATAS IMAN

┄┄┉┉✽̶»̶̥▪»̶̥✽̶┉┉┄┄

🌕🍃💎 SENANTIASA MEMOHON KEPADA ALLAH KEKOKOHAN DI ATAS IMAN

🔸Asy Syaikh Ibnu al ‘Utsaimin rahimahullah berkata :

✔🌪 Seorang manusia itu, selama ruh masih di jasadnya maka dia terancam (tidak aman) dengan fitnah. Oleh karena itu, aku berwasiyat kepada diriku sendiri dan kepada kalian agar senantiasa memohon kepada Allah kekokohan di atas iman.

💥 Dan hendaknya kalian khawatir (terhadap diri kalian) karena di bawah kaki-kaki kalian ada perangkap-perangkap. Sehingga jika Allah --‘Azza wa Jalla-- tidak mengokohkan kalian, niscaya kalian akan terjatuh dalam kebinasaan.

📜 Dengarkanlah firman Allah --Subhanahu wa Ta’ala-- kepada Rasulnya --shallallaahu ‘alaihi wa sallam--, makhluk yang paling kokoh dan paling kuat imannya :

{ ولولا أن ثبتناك لقد كدت تركن إليهم شيئا قليلا }

“Dan kalau Kami tidak mengokohkan (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka” (QS alIsra’: 74)

❗Jika ini terjadi pada Rasul --shallallaahu ‘alaihi wa sallam--, maka bagaimana dengan kita? Kita ini lemah keimanan dan keyakinannya, dalam keadaan berbagai syubhat dan godaan syahwat menimpa kita.

✅⚠ Maka kita dalam bahaya yang besar. Sehingga wajib bagi kita untuk memohon kepada Allah --Ta’ala-- kekokohan di atas al-haq dan agar tidak menyimpangkan hati kita. Dan inilah doanya orang yang berakal :

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا

"Wahai Robb kami, janganlah Engkau simpangkan hati kami setelah Engkai memberi hidayah kepada kami."

📚 Syarhul Mumti’: 5/388 (dengan peringkasan)

┄┄┉┉✽̶»̶̥▪»̶̥✽̶┉┉┄┄


قال الشيخ ابن العثيمين رحمە الله:

والإنسان ما دامت روحه في جسده فهو معرض للفتنة ولهذا أوصي نفسي وإياكم أن نسأل الله دائماً الثبات على الإيمان،

وأن تخافوا؛ لأن تحت أرجلكم مزالق فإذا لم يثبتكم الله – عز وجل – وقعتم في الهلاك

واسمعوا قول الله سبحانه وتعالى لرسوله صلى الله عليه وسلم أثبت الخلق، وأقوااهم إيماناً :

{ ولولا أن ثبتناك لقد كدت تركن إليهم شيئا قليلا }

فإذا كان هذا للرسول صلى الله عليه وسلم فما بالنا نحن؛ ضعفاء الإيمان واليقين، وتعترينا الشبهات، والشهوات

فنحن على خطر عظيم، فعلينا أن نسأل الله تعالى الثبات على الحق، وألا يزيغ قلوبنا، وهذا هو دعاء أولي الألباب:

{ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا}

انتهى باختصار من :
📚 [الشرح الممتع (5\388)]


•┈┈┈┈••••❁🌠❁••••┈┈┈┈•
🎯 Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
🚀©hannel telegram: https://tlgrm.me/ashhabussunnah
•┈┈┈┈••••❁🌠❁••••┈┈┈┈•

KEWAJIBAN DAN HAK SUAMI TERHADAP ISTRINYA

PSSI:
Manhajul Anbiya:
⛵🏡  KEWAJIBAN DAN HAK SUAMI TERHADAP ISTRINYA

Asy-Syaikh Abdullah bin Abdurrahim al-Bukhari _hafizhahullah_ berkata:

🎗 Wajib atas SUAMI untuk,

✔menafkahi istrinya,
✔ ia tidak membebani perintah yang di luar kemampuan sang isteri,
✔ memberi tempat tinggal yang layak bagi sang istri,
✔ mengajari ilmu agama yang bisa menegakkan keislamannya,
✔ cemburu terhadapnya dengan cemburu yang syar'i,
✔ memberi penjagaan yang sempurna,
✔ tidak mengkhianatinya,
✔ berinteraksi dengan cara yang baik.

Allah Ta'ala berfirman:

(فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ ۗ َ)

_"Ditahan untuk diperistri dengan baik, atau dilepas (dicerai, pen) dengan cara yang baik pula"._ [Surat Al-Baqarah 229]

Rasulullah _shalallahu alaihi wa sallam_ bersabda:

اِسْتَوْصَوْا بِالنِسَاءِ خَيْرًا

_"Berwasiatlah kebaikan terhadap kaum wanita (para istri, pen)"._

Rasulullah _shalallahu alaihi wa sallam_ ditanya:

_"Apa hak istri salah seorang dari kami atas suaminya?"_

Beliau menjawab:

_"Suami memberinya makan ketika ia makan, memberi pakaian ketika ia mengenakan pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menjelekkannya, tidak pula memboikotnya kecuali di dalam rumah saja"._ (Hadits Shahih).

🏅Di antara HAK SUAMI atas istrinya adalah

1⃣ Isteri menaati suami dalam perkara yang ma'ruf,
2⃣ Isteri selalu menemaninya di rumahnya,
3⃣ tidak berpuasa sunnah kecuali dengan seizin sang suami,
4⃣ tidak memasukkan seorangpun ke dalam rumah kecuali dengan seizinnya pula,
5⃣ tidak keluar rumah kecuali atas izin suaminya,
6⃣ mensyukuri nikmat yang diberikan suami kepadanya,
7⃣ tidak mengkufuri nikmat tersebut,
8⃣ mengatur rumah dan menyiapkannya untuk sang suami,
9⃣ menyiapkan sarana-sarana ma'isyah (pekerjaan, pen) yang diridhai,
🔟 menjaga suami dalam agama, harta, dan kehormatannya.

Rasulullah _shalallahu alaihi wa sallam_ bersabda:

أَيُّمَا اِمْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتْ الجَنَّةَ

_"Wanita manapun yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya, maka ia akan masuk ke dalam Jannah"._ (Hadits Shahih).
....................................

🍊 Dikutip dari khutbah Jum'at asy-Syaikh Abdullah al-Bukhari _hafizhahullah_ yang bertema "Husnu al-'Isyroh az-Zaujiyah"

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~